Senin, 23 Juli 2012

makalah MBS visi,misi tujan dan sasaran


VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN DAN PENGELOLAAN SDM
Tugas ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas kelompok dalam mata kuliah
 “Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasah
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Husni Rahim, M.A
H. Maskuri, M.Ed





Disusun Oleh :
Dewi Arianti (1110018200039)
Irfan Ardian (1110018200040)
Novitasari Akbariyah (1110018200014)
Tri Wahyuni (1110018200033)

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2011




KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmannirrahim

Assalamu’alaikum wr.wb
Alhamdulillah, puji syukur kami sampaikan kepada Allah SWT. Karena hanya dengan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Visi,misi,tujuan/sasaran kelembagaan profesional dalam MBS dan pengelolaan perubahan SDM yang efektif dan profesional”.
            Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas kelompok dalam mata kuliah Manajemen Sekolah/Madrasah. Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik pada teknis penulisan  maupun materi. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak  sangat kami harapkan, demi  penyempurnaan pembuatan makalah  yang selanjutnya.
            Akhirnya, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Semoga Allah SWT meridhai amal usaha kita bersama.Amin.

Wassalamu’alaikum wr.wb



Jakarta,  Oktober 2011



BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang diberikan tugas untuk mewujdkan tujuan pendidikan nasional harus menjalankan perannya dengan baik. Dalam menjalankan peran sebagai lembaga pendidikan ini, sekolah harus dikelola dengan baik agar dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang telah dirumuskan dengan optimal. Pengelolaan sekolah yang tidak profesional dapat menghambat proses pendidikan yang sedang berlangsung dan dapat menghambat langkah sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan formal.
Agar pengelolaan sekolah tersebut dapat berjalan dengan baik, dibutuhkan rencana strategis sebagai suatu upaya/cara untuk mengendalikan organisasi (sekolah) secara efektif dan efisien, sampai kepada implementasi garis terdepan, sedemikian rupa sehingga tujuan dan sasarannya tercapai. Perencanaan strategis merupakan landasan bagi sekolah dalam menjalankan proses pendidikan. Komponen dalam perencanaan strategis paling tidak terdiri dari visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi (cara mencapai tujuan dan sasaran). Perumusan terhadap visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi tersebut harus dilakukan pengelola sekolah, agar sekolah memiliki arah kebijakan yang dapat menunjang tercapainya tujuan yang diharapkan.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.      Pengertian Visi;
2.      Merumuskan Visi sekolah;
3.      Pengertian Misi;
4.      Merumuskan Misi Sekolah;
5.      Pengertian Tujuan (Goals);
6.      Merumuskan Tujuan Sekolah;
7.      Pengertian Sasaran
8.      Merumuskan Sasaran
9.      Konsep Pengelolaan SDM
10.  Pengelolaam Perubahan SDM yang Efektif dan Pofessional
C.    Tujuan
Tujuan dalam membuat makalah ini adalah untuk lebih memahami arti dari visi, misi, tujuan, sasaran kelembagaan profesional dalam MBS dan pengelolaan perubahan SDM yang efektif dan profesional dan serta mampu membedakan masing-masing kategori tersebut, sehingga dapat mempraktekkan dalam keseharian.
D.    Manfaat
Adapun manfaat dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Mahasiswa dapat memahami pengertian dari  visi,  misi, tujuan/sasaran sekolah;
2.      Mahasiswa dapat mengetahui perumusan visi, misi, tujuan/sasaran sekolah;
3.      Mahasiswa dapat mengetahui pengelolaan perubahan SDM yang efektif.



BAB II
 PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Merumuskan Visi dan Misi
A.1. Pengertian Visi
Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistik dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu. Visi adalah pernyataan yang diucapkan atau ditulis hari ini, yang merupakan proses manajemen saat ini yang menjangkau masa yang akan datang (Akdon, 2006:94).
Hax dan Majluf dalam Akdon (2006:95) menyatakan bahwa visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk:
1. Mengkomunikasikan alasan keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok.
2. Memperlihatkan framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders (sumber daya manusia organisasi, konsumen/citizen, pihak lain yang terkait).
3.  Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan.
Pernyataan visi, baik yang tertulis atau diucapkan perlu ditafsirkan dengan baik,  tidak mengandung multi makna sehingga dapat menjadi acuan yang mempersatukan semua pihak dalam sebuah organisasi (sekolah).
Bagi sekolah, Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. Dalam menentukan visi tersebut, sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan[1].

A.2. Merumuskan Visi sekolah
Bagi suatu organisasi visi memiliki peranan yang penting dalam menentukan arah kebijakan dan karakteristik organisasi tersebut. Visi harus dikembangkan dengan memerhatikan kebutuhan dan harapan stakeholder dan kegiatan utama lembaga. Visi dirumuskan dalam kalimat yang mudah dipahami dan menunjukan suatu keadaan sekolah/madrasah dalam jangka panjang (berkisar 5-10 tahun). Secara lengkap penyusunan visi yang baik harus:
Rumusan visi sekolah yang baik seharusnya memberikan isyarat:
1)  Visi sekolah berorientasi ke masa depan, untuk jangka waktu yang lama, menggambarkan apa yang diinginkan pada masa yang akan datang.
2) Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
3)  Visi sekolah harus mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai.
4) Visi sekolah harus mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi, semangat dan komitmen bagi stakeholder.
5) Mampu menjadi dasar perumusan misi dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.
6)  Menjadi dasar dan tujuan sekolah.
7)  Dalam merumuskan visi harus disertai indikator pencapaian visi.
Sebagai lembaga pendidikan, sekolah/madrasah merupakan lembaga yang harus memiliki nilai-nilai yang kuat. Nilai tersebut merupakan sesuatu yang dijadikan bahan untuk membangun kepercayaan-kepercayaan SDM sekolah/madrasah.
A.3.  Pengertian Misi
Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa datang (Akdon, 2006: 97). Pernyataan misi mencerminkan tentang penjelasan produk atau pelayanan yang ditawarkan. Pernyataan misi harus:
1. Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan.
2. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.
3. Mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti organisasi (Akdon, 2006:98).

A.4. Merumuskan Misi Sekolah
Misi merupakan tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas, kewajiban, dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. Dengan kata lain, misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya.
Misi sekolah/madrasah dikembangkan dari kegiatan utama lembaga dengan memerhatikan visi yang telah ditetapkan. Misi merupakan hal-hal penting yang harus dilakukan oleh sekolah/madrasah dalam upaya untuk mencapai visi lembaga tersebut dikembangkan dari kegiatan utama lembaga. Itulah sebabnya misi lembaga harus terhubung dengan visi.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan misi sekolah antara lain:
1. Pernyataan misi sekolah harus menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh sekolah.
2. Rumusan misi sekolah selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi.
3. Satu indikator visi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. Antara indikator visi dengan rumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas.
4.  Misi sekolah menggambarkan tentang produk atau pelayanan yang akan diberikan pada masyarakat (siswa)
5. Kualitas produk atau layanan yang ditawarkan harus memiliki daya saing yang tinggi, namun disesuaikan dengan kondisi sekolah.
6. Misi harus mampu menggambarkan berbagai kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut sekolah/madrasah.
7.  Statement misi harus berorientasi ke masa depan dan mampu menggambarkan sekolah/madrasah pada masa yang akan datang dengan berpijak pada apa yang telah ada.
8.  Statement misi harus fokus pada pencapaian visi.
9. Statement misi merupakan statement yang singkat dan padat tidak lebih dari dua kalimat.




B. Pengertian dan Merumuskan Tujuan/Sasaran
B.1. Pengertian Tujuan (Goals)
Tujuan merupakan penjabaran dari pernyataan misi, tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Penetapan tujuan pada umumnya didasarkan pada faktor-faktor kunci keberhasilan yang dilakukan setelah penetapan visi dan misi. Tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat menunjukkan kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang (Akdon, 2006:143). Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijaksanaan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi, oleh karena itu tujuan harus dapat menyediakan dasar yang kuat untuk menetapkan indikator.

B.2. Pengertian Sasaran
Sasaran adalah penjabaran tujuan, yaitu suatu yang akan dihasilkan/dicapai oleh sekolah dalam jangka waktu lebih singkat dibanding tujuan sekolah. Agar sasaran dapat dicapai dengan efektif, maka sasaran harus dibuat spesifik, terukur, jelas kriterianya, dan disertai indikator-indikator yang rinci dan mengacu pada visi, misi dan tujuan sekolah.

B.3. Merumuskan Tujuan dan Sasaran Sekolah
Tujuan menggambarkan arahan yang jelas bagi sekolah. Perumusan tujuan akan strategi/perlakuan, arah kebijakan dan program suatu sekolah. Oleh karena itu perumusan tujuan harus memberikan ukuran lebih spesifik dan akuntabel. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan tujuan sekolah, antara lain:
1) Tujuan sekolah harus memberikan ukuran yang spesifik dan akuntabel (dapat diukur)
2) Tujuan sekolah merupakan penjabaran dari misi, oleh karena itu tujuan harus selaras dengan visi dan misi.
3) Tujuan sekolah menyatakan kegiatan khusus apa yang akan diselesaikan dan kapan diselesaikannya[2].

Rumusan sasaran harus selalu mengandung peningkatan baik peningkatan kualitas, efektivitas, produktivitas, maupun efisiensi.Sasaran harus dibuat spesifik, terukur jelas kriterianya dan disertai indikator-indikator yang rinci, dan mengacu pada visi, misi, dan tujuan sekolah.
Tujuan dan sasaran merupakan arah atau keadaan yang akan diupayakan untuk dicapai oleh sekolah/madrasah dalam kurun waktu sedang dan pendek. Tujuan dan sasaran harus berinduk kepada visi sekolah/madrasah. Jika sekolah/madrasah tersebut memiliki unit-unit atau bagian-bagian, maka tujuan dan sasaran dapat merupakan tujuan dan sasaran unit atau bagian-bagian tersebut.
Dalam penyusunan tujuan dan sasaran yang juga penting untuk diperhatikan adalah penyusunan prioritas. Penyusunan prioritas yang salah akan dapat menghambat pencapaian visi dan pemborosan dalam sumber daya. Jika kesalahan prioritas tersebut merupakan hal yang fatal dan kemudian menjadikan pemborosan yang sangat sehingga menghabiskan sumber daya yang ada, maka visi sekolah/madrasah yang telah direncanakan kemudian tidak tercapai.
Itulah sebabnya tujuan dan sasaran yang penting harus dicapai dahulu pada tahun-tahun pertama pelaksanaan visi, baru kemudian dilanjutkan dengan pencapaian tujuan dan sasaran berikutnya. Teknik penulisan tujuan dan sasaran harus dinyatakan dalam kalimat yang disusun dengan metode SMART yang merupakan kepanjangan dari Specific, Measurable, Attainable, Responsible, Time frame.
Specifik  artinya bahwa kalimat tujuan atau sasaran harus mampu diukur. Measurable berarti bahwa pernyataan tujuan dan sasaran mampu untuk dicapai dengan mendasarkan pada sumber daya yang ada. Responsible berarti bahwa pernyataan dalam tujuan dan sasaran memiliki penanggung jawab, dan Time frame berarti tujuan dan sasaran harus memiliki kerangka waktu pencapaian.

C. Mengelola Perubhan SDM yang Efektif dan Professional
C.1. Konsep Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Pengelolaan sumber daya manusia dalam istilah lain sering disebut “Personal Management”; “Personal Administration”; “Human Resource Adminitration”; (Umi Sukamti, 1989:4). Beberapa istilah tersebut dalam bidang pendidikan merupakan salah satu substansi dari manajemen pendidikan.
Edwin B. Flippo (1984) menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya manusia merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dari pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai tujuan atau sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.[3]
     C.2. Pengelolaam Perubahan Sumber Daya Manusia yang Efektif dan Pofessional
1.    Pengelolaan Perencanaan SDM
            Meliputi perencanaan kualitas dan kuantitas SDM serta kegiatan perancangan pekerjaan bagi SDM (Job Design). Perencanaan kualitas ini meliputi tingkat pendidikan, skill, pengalaman, usia dan lain-lain untuk masing-masing jabatan dalam struktur organisasi tersebut. Setelah mengetahui kebutuhan kualitas karyawan, maka kita membuat perencanaan kuantitas adalah merancang berapakah batas minimal jumlah karyawan kita di masing-masing jabatan dan wilayah kerja. Setelah itu, baru kita membuat job discription dari masing-masing jabatan/posisi sesuai dengan struktur organisasi perusahaan.
2.      Pengelolaan Perolehan dan Penempatan Sumber Daya Manusia
Bagian ini meliputi rekruitment, seleksi dan penempatan. Rekruitment pada dasarnya merupakan aktivitas untuk mencari dan memperoleh pekerjaan yang terdapat di dalam perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan kualitas yang ditentukkan. Mengingat rekruitment adalah bidang yang sangat penting, karena rekruitment adalah “pintu gerbang” kita guna mewujudkan SDM pekerja pengetahuan, maka harus dibuat sistem rekruitment yang sangat efektif dan efesien. [4]
Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227) menjelaskan bahwa kegiatan kunci yang merupakan bagian dari rekrutmen adalah (1) menentukan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan dalam hal jenis pekerjaan (job title) dan levelnya dalam perusahaan; (2) terus berupaya mendapatkan informasi mengenai perkembangan kondisi pasar tenaga kerja; (3) menyusun bahan-bahan rekrutmen yang efektif; (4) menyusun program rekrutmen yang sistematis dan terpadu yang berhubungan dengan kegiatan sumber daya manusia lain dan dengan kerja sama antara manajer lini dan karyawan; (5) mendapatkan calon karyawan yang berbobot atau memenuhi syarat; (6) mencatat kualitas dan jumlah pelamar dari berbagai sumber dan masing-masing metode rekrutmennya; dan (7) melakukan tindak lanjut terhadap para calon karyawan baik yang diterima maupun yang ditolak, guna mengevaluasi efektif tidaknya rekrutmen yang dilakukan.
Sedangkan menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997), yang mengaitkan seleksi dan penempatan menyebutkan bahwa seleksi adalah proses mendapatkan dan mempergunakan informasi mengenai pelamar kerja untuk menentukan siapa yang seharusnya diterima menduduki posisi jangka pendek dan jangka panjang. Penempatan (placement) berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang akan dipegangnya, berdasarkan pada kebutuhan jabatan dan pengetahuan, ketrampilan, kemampuan dan kepribadian karyawan tersebut. Sebelum mulai kerja, ada baiknya mereka diberikan orientasi pekerjaan yang menjelaskan secara rinci dan runtut apa-apa yang harus mereka kerjakan dan dengan siapa-siapa mereka harus berhubungan dan berkomunikasi.
Berdasarkan definisi tersebut dapat dipahami bahwa seleksi merupakan salah satu cara yang dilakukan organisasi atau perusahaan untuk melihat kesesuaian atau tidaknya antara individu, pekerjaan, organisasi, dan lingkungan. Oleh karena itu, prosedur seleksi yang cermat dan penempatan yang sesuai adalah merupakan esensi dari pengelolaan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan atau organisasi. Jikalau dilakukan dengan baik, niscaya prosedur ini akan menjamin bahwa sebuah perusahaan atau organisasi mempunyai karyawan yang dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menghasilkan produktivitas yang tinggi.[5]
3.      Pengelolaan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Bidang ini meliputi pengembangan karir (penugasan) dan pengembangan kemampuan kerja. Pengembangan karir berkaitan dengan penyusunan jalur karir yang merupakan urut-urutan posisi (jabatan) sesuai dengan struktur organisasi. Sedangkan Pengembangan kemampuan kerja adalah cara-cara kita untuk meningkatkan kemampuan karyawan baik secara informal maupun formal.
4.      Pengelolaan Perancangan sistem penilaian kinerja karyawan.
                 Perancangan sistem penilaian kinerja pada dasarnya merupakan perancangan suatu sistem formal dan terstruktur untuk mengukur dan mengevaluasi tidak hanya hasil kerja tetapi juga sikap, perilaku, pengetahuan dan keterampilan/keahlian kerja SDM. Penilaian kerja merupakan alat terkendali agar apa-apa yang dikerjakan oleh SDM selaras dengan apa-apa yang diinginkan oleh perusahaan. Proses perancangan sistem penilaian kinerja secara umum terdiri dari empat tahap, yakni;
a)      Menentukan apa-apa yang akan dinilai;
b)      Menentukan kapan menilainya;
c)      Menentukan siapa-siapa yang akan menilai,
d)     Menentukan bagaimana menilainya (metode menilai).[6]
            Selain itu ada juga Unsur Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Unsur ini secara khusus mengelola dan mengembangkan potensi sumber daya manusia yang ada di sekolah untuk dimaksimalkan dan dikembangkan sesuai dengan tugas kemampuan, serta potensi yang dimiliki.
            Kegiatan ini antara lain meliputi ; a) Mengupayakan pelatihan, atau pendidikan guna meningkatkan SDM. b) Mengupayakan penempatan SDM secara cermat berdasarkan potensi yang dimiliki secara adil, transparan, dan akuntabel. c) Melakukan kontrol dalam pelaksanaan tugas untuk mengetahui pencapaian dan kinerja yang dilakukan. d) Melakukan pembinaan yang diperlukan guna peningkatan karir dan upaya preventif terhadap akses negatif yang mungkin muncul. e) Memberikan motivasi dan promosi bagi peningkatan karir.[7]


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ø  Dalam mewujudkan sekolah yang memiliki kualitas yang baik perlu direncanakan dan dilakukan rekayasa. Dalam hal ini sekolah perlu merumuskan visi, misi, tujuan dan program sekolah yang terintegrasi dalam perencanaan strategis sekolah
Ø  Perencanaan strategis merupakan panduan bagi sekolah dalam menjalankan proses pendidikan dalam tingkat satuan pendidikan masing-masing. Perumusan visi, misi, tujuan dan program sekolah yang berkualitas akan menentukan gambaran masa depan sekolah yang di inginkan, karena visi, misi, tujuan dan program yang terintegrasi dalam perencanaan strategis inilah yang akan menjadi acuan sekolah dalam melakukan aktivitasnya sebagai lembaga pendidikan.
Ø  Pengelolaan sumber daya manusia adalah merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pendidikan secara umum. Oleh karena itu fungsi-fungsi dalam pengelolaan sumber daya manusia harus dilaksanakan secara optimal sehingga kebutuhan yang menyangkut tujuan individu, perusahaan, organisasi ataupun kelembagaan dapat tercapai. Disamping itu dengan prosedur pengelolaan sumber daya manusia yang baik diharapkan kekurangan dan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, yaitu yang terkait dengan kemampuan daya saing dapat teratasi.

B. Saran
Untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas, harus diawali dengan perencanaan strategis yang berkualitas. Rumusan visi, misi, tujuan dan program yang merupakan bagian dari perencanaan strategis harus berkualitas. Oleh karena itu perumusan ini hendaknya diketahui dan dipahami oleh segenap stakeholder sekolah, agar mereka dapat mengetahui fungsi, peran dan tugas yang harus dilakukan. Pengelolaan sumber daya manusia harus dilaksanakan secara optimal sehingga kebutuhan yang menyangkut tujuan individu, perusahaan, organisasi ataupun kelembagaan dapat tercapai.






[1] Prof. DR. H. Muhaimin, M.A. dkk. Manajemen Pendidikan (Aplikasinya dalam penyusunan rencana pengembangan sekolah/madrasah) . kencana Prenada Media group, Jakarta 2009 hal (155-176). Edisi pertama, cetakan pertama.

[2]  ibid
[3] Nanang Nuryanta. Pengelolaan Sumber Daya Manusia(Tinjauan Aspek Rekrutmen dan Seleksi. http://journal.uii.ac.id/index.php/JPI/article/viewFile/188/177.  Jum’at, 14 Oktober 2011 (11.45 WIB)
[4] Mohammad Wahyudin. Prinsip Pengelolaan SDM. : http://id.shvoong.com/humanities/1884165-prinsip-pengelolaan-sdm/#ixzz1aTqQpJha. Jum’at , 14 Oktober 2011 (12. 15 WIB)
[5] Op Cit
[6] Op Cit
[7]Rosyid. Perubahan SDM. http://www.rosyid.info/2009/02/penerapan-manajemen perubahan.html. Jum’at, 14 Oktober 2011 (12.45 WIB)                                                                                                      


                                                                                                                                                              




0 komentar:

Poskan Komentar

Welcome to my blog.. "Dedew"
Blog ini berisi tentang tugas-tugas kuliah dan karya-karya saya..
Semoga bermanfaat : )
Copyright © dewiariantiuin.blogspot.com